AKSI UNJUK RASA DI KANTOR BP BATAM

16

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

hari Selasa tanggal 17 Juli 2019 sekira pukul 10.00 wib bertempat di depan kantor BP Batam Kota Batam, Polresta Barelang dan jajarannya melaksanakan kegiatan Pengamanan aksi Unjuk Rasa oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PGMII) Batam, yg di Pimpin oleh Kapolsek Batam Kota AKP RICKY FIRMANSYAH, SH, S.IK, MH sebagai Perwira Penendali.

Adapun yang menjadi tuntutan dalam aksi unjuk rasa tersebut yakni tentang Pengusutan tuntas Proyek Pelelangan Fender Dermaga Batu Ampar oleh BP Batam.

Dalam aksi tersebut massa pengunjuk rasa membentangkan Pamflet (tangkap mafia proyek BP Batam yang terindaksi KKN, hukum jangan tunduk BP Batam) dan Spanduk bertuliskan (usut tuntas proyek pelelangan fender Dermaga Batu Ampar oleh BP Batam dan tangkap mafia proyek.
Kemudian massa menyampaikan orasinya dengan tuntutan berupa :

  1. Pengusutan tuntas proyek pelelangan fender Dermaga Batu Ampar
  2. Menduga ada KKN dalam pemenangan proyek, karena BP Batam memenangkan perusahaan yang tidak sesuai dengan bidangnya.
  3. Massa menginginkan netralitas BP Batam dalam pemenangan proyek dan mendukung pembangunan infrastruktur serta menolak tegas adanya praktek KKN dalam pelelangan fender dermaga Batu Ampar.
  4. Kemudian massa meminta klasifikasi dari BP Batam atas permasalahan pemenang proyek Dermaga Batu Ampar.
  5. Dan massa aksi akan kembali melaksanakan aksi unjuk rasa dengan jumlah peserta lebih banyak, apabila tidak ada tanggapan dari BP Batam.
  6. Massa juga mengucapkan terima kasih kepada Pihak Kepolisian yg telah mengamankan aksi unjuk rasa.

Setelah massa menyampaikan orasinya di depan Kantor BP Batam, lalu perwakilan dari BP Batam yaitu Humas BP Batam Bpk Muhammad Topan menemui massa, dan oleh massa langsung menyerahkan pernyataan sikap kepada Humas BP Batam, adapun isi dari pernyataan sikap sbb :

PERNYATAAN SIKAP
Menyoroti beberapa proyek paket Pekerjaan yang di tangani oleh BP Batam baik pengerjaan proyek yang selesai dikerjakan maupun dalam tahapan proses pelelangan suatu paket pekerjaan yang sumber anggarannya memakai Anggaran Belanja Negara (APBN). Salah satunya yaitu proyek pembangunan pelabuhan telaga punggur yang bermasalah alat mesin X-ray. semenjak dari pengadaan sudah 3 tahun tidak berfungsi, tidak pernah dipakai untuk Xray barang- barang yang keluar dan masuk pelabuhan telaga Punggur.
Untuk itu Massa aksi dari pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota batam menyatakan sikap:
a. Menuntut Netralitas dan Profesionalitas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam Proses Pelelangan Paket Pekerjaan Pengadaan Fender Dermaga Batu Ampar. Bahwa Addendum yang dilakukan oleh PPK sehari sebelum penyerahan dokumen, serta menangnya perusahaan yang tidak memenuhi kriteria setelah Addendum dibuat, massa menduga adanya oknum PPK melakukan praktek tebang pilih, Penyalahgunaan Wewenang, Mall Administratif dan Konsipirasi yang sarat dengan Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN).
b. Mendesak Kepala BP Batam untuk mengambil kebijakan terkait kualifikasi pengadaan Fender Dermaga Batu Ampar karena adanya dugaan kongkalikong.
c. Meminta KPK untuk melakukan pemeriksaan kantor BP Batam, diduga banyaknya proyek pekerjaan yang bermasalah yang berdampak pada kerugian negara.

Kemudian selama kegaiatan aksi unjuk rasa tersebut situasi berlangsung aman dan kondusif, lalu sekira pukul 12.00 wib massa aksi tersebut membubarkan diri dengan tertib.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed.